September 28, 2021

thehawkeyeinitiative.com illustrated Hawkeye and other male comic characters

thehawkeyeinitiative.com Membahas tentang ilustrasi Hawkeye dan karakter komik pria lainnya

Stan Lee, Komik Marvel Serta Propaganda Di Amerika

Stan Lee, Komik Marvel Serta Propaganda Di Amerika

thehawkeyeinitiative – Satu hari pada warsa 1960, pencetak Timely Comics Martin Goodman main golf dengan para agen buatan rivalnya, pencetak National Periodical Publication( DC), inventor figur Superman, Batman, serta Wonder Woman. Dikala itu, Goodman mencermati narasi para distibutor pertanyaan novel novel yang terjual kilat. Goodman gusar. Ia tidak mau takluk dalam bersaing dengan DC. Sesudah main golf, Goodman mengarah kantornya. Di kantor, terdapat Kedudukan Lee, laki- laki belia yang dikala itu berprofesi selaku pengedit Timely Comics.

Stan Lee, Komik Marvel Serta Propaganda Di Amerika – ” Kedudukan, kita iba wajib menghasilkan segerombol superhero. Kalian ketahui, terdapat pasar buat itu,” ucap Goodman pada Lee. Begitu juga diceritakan Bob Batchelor dalam Kedudukan Lee: The Man Behind Marvel( 2017), Goodman tidak ketahui dikala itu Kedudukan Lee lagi frustrasi dengan profesi. Lee telah tidak senang membuat novel lagi. Bersama Joe Simon serta Jack Kirby, Lee telah menerbitkan sebagian novel berjudul superhero. Tetapi, novel itu tidak sangat laris. Lee setelah itu kembali ke rumahnya di Long Island. Di situ, ia merenungkan karir tidak hanya selaku kreator novel. Tetapi, Lee ragu profesi lain itu akan dapat penuhi kebutuhannya. Beliau juga menggambarkan perkaranya pada Joan, si istri.

Stan Lee, Komik Marvel Serta Propaganda Di Amerika

Stan Lee, Komik Marvel Serta Propaganda Di Amerika

” Bila kita hendak pergi, kenapa tidak kalian membuat suatu novel yang kalian gemari serta menerbitkannya dalam sistem kalian,” tutur Joan,” Akhir terburuknya toh ia[Goodman] akan memecat kalian serta kalian pula ingin pergi.” Lee kesimpulannya membuat novel dengan tema regu superhero. Tetapi, beliau tidak ingin menjajaki kemauan Goodman ataupun menjiplak apa yang telah DC ataupun industri novel yang lain mengadakan. Beliau mau menghasilkan kepribadian superhero yang berperan selaku orang jelas. Dalam imaginasinya, terdapat figur yang ceritanya hendak selesai bahagia. Terdapat pula yang tidak. Regu superhero ini harus memiliki deskripsi adat terkenal, tidak cuma bermuatan narasi sains- fiksi ataupun film bujet kecil( B Movie), namun pula melukiskan kegelisahan Perang Dingin, ialah kala Amerika Sindikat bersaing dengan Uni Soviet memahami penerbangan ke luar angkasa serta pengembangan senjata nuklir.

” Bila kita hendak pergi, kenapa tidak kalian membuat suatu novel yang kalian gemari serta menerbitkannya dalam sistem kalian,” tutur Joan,” Akhir terburuknya toh ia[Goodman] akan memecat kalian serta kalian pula ingin pergi.” Lee kesimpulannya membuat novel dengan tema regu superhero. Tetapi, beliau tidak ingin menjajaki kemauan Goodman ataupun menjiplak apa yang telah DC ataupun industri novel yang lain mengadakan. Beliau mau menghasilkan kepribadian superhero yang berperan selaku orang jelas. Dalam imaginasinya, terdapat figur yang ceritanya hendak selesai bahagia. Terdapat pula yang tidak. Regu superhero ini harus memiliki deskripsi adat terkenal, tidak cuma bermuatan narasi sains- fiksi ataupun film bujet kecil( B Movie), namun pula melukiskan kegelisahan Perang Dingin, ialah kala Amerika Serikat bersaing dengan Uni Soviet memahami penerbangan ke luar angkasa serta pengembangan senjata nuklir.

– Superhero Lee yang melawan Uni Soviet
Regu Superhero awal Lee bernama Fantastic Four. Bermuatan Reed Richards, Sue Storm, Johnny Storm, Ben Grimm, regu superhero itu dipublikasikan ke khalayak melalui novel The Fantastic Four#1, November 1961. 4 orang itu menemukan daya luar biasa sehabis terhampar cahaya kosmik dikala mau kembali ke Alam sesudah melaksanakan tujuan penelitian di luar angkasa. Reed jadi orang karet, Sue Storm mempunyai keahlian buat lenyap, Johnny dapat mengucurkan api, sedangkan Ben Grimm jadi orang batu. Dalam The Fantastic Four, ekspedisi ke ruang angkasa dikala itu ditafsirkan beresiko. Tetapi, mereka harus berangkat ke situ sebab wajib menaklukkan Uni Soviet. Ini tampak dalam obrolan Sue Storm dengan Ben Grimm.

” Kita wajib mengutip peluang itu… melainkan kita mau para Komunis menaklukkan kita,” ucap Sue Storm pada Ben Grimm. Tegan ONell menorehkan dalam AV Club kalau untuk para pembaca Fantastic Four#1, perkata itu bukan semata- mata kesedihan yang mengawang- awang. Dekat 7 bulan saat sebelum Fantastic Four#1 keluar, Uni Soviet telah sanggup mengirimkan orang awal, Yuri Gagarin, ke luar angkasa. Oleh sebab itu, Reed dikisahkan mengemudikan roket yang lebih mutahir dari yang ditunggangi Gagarin. Bagi ONell, itu merupakan metode Kedudukan Lee melukiskan kesedihan jutaan orang Amerika Sindikat yang khawatir kepada kelebihan Uni Soviet. Pada tahun selanjutnya, Lee menghasilkan kepribadian Hulk. Beliau merupakan monster berbadan orang, rupanya hijau, yang ialah alih bentuk dari seseorang periset nuklir Amerika Sindikat, Bruce Banner. Sesuatu kali, Banner melaksanakan percobaan coba Bom Cahaya Gamma di bunkernya. Tetapi, terdapat seseorang masyarakat, Rick Jones, yang masuk ke zona percobaan coba. Banner menyuruhnya asistennya, Igor Starsky, buat menunda eksperimen. Tetapi, Igor bungkam saja. Nyatanya Igor merupakan agen Soviet. Banner mendesak Jones masuk ke zona yang nyaman. Banner, setelah itu, terhampar cahaya Gamma. Igor beranggapan Banner akan mati sehabis terserang cahaya itu. Tetapi, malah itu yang buatnya jadi Hulk. Sehabis Hulk, Lee menghasilkan Spider- Man serta Thor. Memanglah, tidak terdapat akibat Uni Soviet dalam asal- usul daya keduanya. Tetapi, kompetitor luar biasa( supervillain) penting Spider- Man yakni agen rahasia Soviet Dmitri Smerdyakov, alter kepribadian abdi The Chameleon. Sebaliknya Thor dikisahkan selaku” Narapidana Banyak orang Merah!”( Banyak orang Merah merujuk ke kalangan Komunis) dalam versi ke- 87 yang keluar pada Oktober 1962.

Baca Juga : Review Spider-Man/Dr. Strange: The Way to Dusty Death

Mariam Vergeti, dalam Captain America and Iron Man: American Imperialism in the Cold War( 2017), mempelajari deskripsi yang mengalir dalam Captain America. Hasil riset Vergeti membuktikan kalau Captain America, selaku wujud mimik muka kultur Amerika Sindikat pada 1950- an, pula menggambarkan serta memberitahukan kekhawatiran hendak spionase. Narasi Mens Adventures#27( 1954) dibuka dengan Steve Rogers, alter kepribadian abdi Captain America, serta asistennya, Bucky, liburan di Mesir. Rasa suka mereka berhamburan ketika Rogers berkata,” Tidak seluruhnya timbul ke dataran”. Perkataan itu berarti kalau terdapat keadaan yang tidak nampak begitu juga mestinya serta agen rahasia bisa ditemui di mana- mana.

Dengan cara khusus, Rogers mendakwa seseorang Mesir yang menghampirinya selaku agen rahasia. Durasi itu, Mesir yakni badan Aksi Non- Blok, negara- negara yang tidak berpihak Amerika Sindikat ataupun Uni Soviet. Oleh sebab itu, kelakuan silih spionase ialah perihal biasa di Mesir untuk Amerika Sindikat serta Uni Soviet. Narasi Captain America itu memantulkan wabah Red Scare yang tengah merebak di Amerika Serikat: menyangka agen rahasia Soviet terdapat di mana- mana. Sebaliknya dalam narasi Captain America#76( 1954), Rogers menguak kedudukan agen rahasia Soviet mengelabui pejabat tentara supaya yakin kalau Betsy Ross ialah agen rahasia. Dalam narasi ini, Vergeti mengenali praktik- praktik menginvestigasi banyak orang yang dituduh dekat dengan Partai Komunis.

Sedangkan itu, analisa Vergeti pertanyaan Iron Man membuktikan ceritanya di” Tales of Suspense” mengiklankan campur tangan Amerika Sindikat di Vietnam. Di sana, Iron Man mengabdikan tindakannya buat bertempur melawan Komunisme. Beberapa besar musuhnya merupakan komunis Soviet ataupun Asia. Tony Stark, alter kepribadian abdi Iron Man, menghabiskan banyak waktunya buat menolong Amerika Serikat mengakhiri banyak orang yang berafiliasi dengan Komunis.

Baca Juga : Inilah Hal yang Tidak Anda Ketahui Tentang Superman Asal Rahasianya

Narasi Iron Man pula berupaya membuat stereotipe kalau orang Asia itu kejam serta beresiko ataupun tidak berakal serta butuh ditolong. Perihal itu jadi alibi campur tangan Amerika Serikat di Vietnam: Amerika Serikat mau menolong yang tidak berakal dari atasan negeri yang kejam. Tetapi, di setelah itu hari, Marvel berganti. ONell menulis, Lee serta teman- temannya melalaikan Red Scare pada 1960- an. Musuhnya Captain America pada cetakan 1964 bukan lagi Soviet, namun Nazi.

Kala Perang Vietnam tidak lagi terkenal untuk kanak- kanak belia Amerika Serikat, para superhero Marvel menyudahi buat menenangkannya.” Lenyap telah patriotisme berlebihan, digantikan oleh pemikiran humanisme bebas ramah yang nyatanya lebih memantulkan pemikiran Lee serta Kirby,” ucap ONell. Lee tewas di Rumah Sakit Cedars- Sinai, Los Angeles, Senin( 12/ 11/ 2018) kemarin. Beliau dihormati atas karya- karyanya, superhero yang sering dijadikan panutan anak muda. Walaupun, tidak dibantah apa yang diceritakannya berhimpitan dengan apa yang jadi kemauan Amerika Sindikat: jadi penguasa bumi.