January 26, 2022

thehawkeyeinitiative.com illustrated Hawkeye and other male comic characters

thehawkeyeinitiative.com Membahas tentang ilustrasi Hawkeye dan karakter komik pria lainnya

Sejarah Perusahaan Marvel Comics

Sejarah Perusahaan Marvel Comics

Sejarah Perusahaan Marvel Comics – Marvel Comics, perusahaan fasilitas dan hiburan Amerika yang secara luas diakui sebagai keliru satu penerbit “dua besar” didalam industri komik. Perusahaan induknya, Marvel Entertainment, adalah anak perusahaan yang semuanya dimiliki oleh Perusahaan Disney. Kantor pusatnya berada di New York City.

Sejarah perusahaan

Thehawkeyeinitiative.com – Pelopor Marvel Comics dibuat pada tahun 1939 oleh pencetak majalah bubur kertas Martin Goodman. Buat maanfaatkan terus menjadi populernya novel komik—terutama yang diperankan oleh bahadur super—Goodman menghasilkan Novel Pas Durasi. Novel novel awal Timely merupakan Marvel Comics nomor. 1( bungkus tertanggal Oktober 1939), yang menunjukkan sebagian watak superhero, spesialnya Human Torch serta Sub- Mariner. Timely Comics memberitahukan banyak watak superhero selama novel” Era Kebesaran” di tahun 1940- an, yang sangat butuh Captain America, yang awal kali timbul di Captain America Comics nomor. 1( Maret 1941). Kepribadian pas dikala sering diekspresikan selaku pertempuran melawan Nazi serta Jepang terlebih saat sebelum Amerika Sindikat merambah Perang Bumi II. Kala tahun 1940- an selesai, bahadur luar biasa tidak kembali disukai oleh pembaca novel novel, serta Timely menghapuskan novel terakhirnya didalam jenis ini pada tahun 1950. Pada tahun 1951 Goodman membuat industri distribusinya sendiri, serta Timely Comics jadi Majalah Denah. Walaupun ada penelitian pendek didalam memperkenalkan kembali bahadur luar biasa semacam Captain America pada tahun 1953, keluaran Denah sebagian besar didalam jenis lain semacam lawak, western, horor, perang, serta fantasi objektif.

Pada th. 1956 industri saingan DC Comics membawakan apa yang diucap Era Perak novel dengan memberitahukan lagi kepala karangan superhero dengan kesuksesan menguntungkan yang penting. Pada dini 1960- an Denah berganti julukan jadi Marvel Comics. Sepanjang sebagian dasawarsa Marvel serta DC merupakan industri paling atas di pabrik ini. Selama th. 1980- an serta 90- an Marvel bertukar tangan berulang kali, jadi industri khalayak pada th. 1991. Ketetapan manajemen yang dipertanyakan serta kemerosotan biasa di dalam pemasaran di pabrik novel novel mendesak Marvel Comics ke di dalam kehancuran pada th. 1996. Industri terlihat berawal dari kehancuran pada th. 1998 serta terasa mendiversifikasi outputnya, meluncurkan edisi yang tertuju buat berbagai demografi serta meluaskan ijab sinematiknya di dasar bendera Marvel Studios. Pada th. 2007 Marvel terasa menerbitkan novel digital. Pada th. 2009 Walt Disney Company berbelanja industri benih berawal dari Marvel Comics.

Alam semesta Marvel

Palet bercerita bersama yang dikenal sebagai alam semesta Marvel diresmikan pada tahun 1961, ketika Goodman menanggapi minat yang meningkat pada buku-buku superhero dengan menugaskan penulis Stan Lee dan artis Jack Kirby untuk menciptakan Fantastic Four. Dengan dirilisnya Fantastic Four no. 1 (November 1961), pembaca diperkenalkan dengan setting superheroic yang, bagaimanapun, berakar di dunia nyata. Lee dan Kirby berusaha membuat karakter buku komik mereka lebih orisinal dengan memungkinkan mereka berinteraksi satu sama lain secara realistis, termasuk pahlawan yang sering berkelahi atau berdebat satu sama lain. Tren ini berlanjut dengan membanjirnya karakter superhero lain yang diperkenalkan oleh Marvel Comics pada awal 1960-an, termasuk Spider-Man, Incredible Hulk, dan X-Men. Lee menulis sebagian besar buku Marvel selama waktu itu, dan Jack Kirby dan Steve Ditko adalah seniman yang paling penting dan berpengaruh.

Baca Juga : Marvel: 8 Pembela yang Menggunakan Kekuatan Jahat

Pendekatan pemeranan yang lebih realistis ini membuat nama baik Marvel serta jadi menarik pembaca baya universitas. Narasi pula jadi berhubungan dengan perkara sosial seperti pencemaran, interaksi suku bangsa, serta penyalahgunaan narkoba. Suatu narasi Spider- Man berawal dari tahun 1971 berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba wajib diterbitkan tanpa persetujuan berawal dari Daulat Isyarat Novel— tubuh pengatur independent yang memantau konten novel semenjak 1954— meski kenyataannya melukiskan eksploitasi narkoba dengan cara minus. lampu. Perihal ini menimbulkan Daulat Isyarat Novel merevisi kebijaksanaannya dalam Mengenai itu.

Akhir 1960- an serta dini 1970- an memandang angkatan terkini kemampuan inovatif nampak di Marvel. Pada tahun 1967 Jim Steranko jadi menulis serta melukis narasi yang menunjukkan agen rahasia Nick Fury dalam novel antologi Strange Tales. Steranko terbawa- bawa dalam ciptaannya oleh film James Bond serta aksi seni psychedelic serta Op, serta narasi yang diperoleh mencampurkan visual yang inovatif dengan metode menceritakan yang seragam inovatifnya. Pengarang Chris Claremont serta bintang film John Byrne mengawali kerja sama jauh di The Uncanny X- Men kepada tahun 1975. Pendamping ini merevitalisasi seri yang lemah dengan kepribadian seperti Wolverine serta ceruk narasi lingkungan yang lekas menghasilkan franchise X- Men salah satu novel terlaris Marvel.

Pada tahun 1985 Mark Gruenwald memulai perjalanan 10 tahun yang diakui secara parah sebagai penulis Captain America. Pada tahun yang serupa ia termasuk memulai miniseri Squadron Supreme (1985–86), seorang dekonstruksionis mengambil alih pahlawan super yang mendahului novel grafis Alan Moore Watchmen, yang diterbitkan oleh DC Comics. Tahun 1980-an termasuk memandang tugas Frank Miller di Daredevil, yang mempunyai buku itu ke arah yang lebih gelap dan lebih tajam, memunculkan ulang penjualan yang merosot dan menjadikannya keliru satu buku terlaris Marvel. Pada tahun 1988 Todd MacFarlane menjadi lari populer sebagai artis di The Amazing Spider-Man. Empat tahun sesudah itu MacFarlane dan sejumlah artis populer lainnya, termasuk Jim Lee, Erik Larsen, dan Rob Liefeld, meninggalkan Marvel untuk mendirikan Image Comics saingannya, sebuah perusahaan yang mengizinkan pencipta untuk mempertahankan hak cipta dari sifat mereka.

Selama tahun 1990-an dan awal 2000-an gelombang penulis baru, termasuk Brian Michael Bendis (Daredevil, The Avengers), Jonathan Hickman (Fantastic Four), dan Ed Brubaker (Captain America), menjadi populer gara-gara pandangan mereka yang matang dan kadang waktu kontroversial tentang Marvel. karakter. Tahun 2010-an memandang munculnya gelombang bakat baru lainnya, bersama penulis Matt Fraction dan artis David Aja berubah ke Hawkeye secara visual, penulis lama Spider-Man Dan Slott bekerja serupa bersama artis Mike Allred untuk mengambil alih sifat klasik bersama berani. Silver Surfer, dan penulis G. Willow Wilson dan artis Adrian Alphona memicu terobosan baru bersama Ms. Marvel yang diakui secara kritis.

Pada era ke- 21, profit Marvel kian banyak didapat dari mainan, film permainan, serta benda barangan yang lain yang menunjukkan kepribadian sangat terkenal mereka serta dari memproduksi serangkaian film yang sukses dengan cara menguntungkan. Film- film itu berlainan dari usaha tadinya buat menerjemahkan novel ke layar luas karena mereka terletak di satu bumi bersama. Konsep ambisius itu menghasilkan dividen besar dengan The Avengers( 2012), suatu film yang menunjukkan Iron Man, Thor, serta Captain America—tiga bahadur yang telah mengecap keberhasilan blockbuster individu—dan meraup lebih dari$1, 5 miliyar di semua bumi. Marvel Cinematic Universe, semacam yang setelah itu diketahui, berkembang jadi galat satu waralaba sangat profitabel di dalam insiden film. Keberhasilannya melahirkan gelombang program tv, diawali dengan Agen S. H. I. E. L. D.( 2013–20) di ABC serta dilanjutkan dengan Daredevil( 2015–18), Jessica Jones( 2015–19), serta Luke Cage( 2016–18), serangkaian serial yang dipuji dengan cara berbahaya yang timbul di Netflix. Pada tahun 2015 perjanjian pada Disney serta Sony bawa Spider- Man( yang tadinya cuma timbul di film- film memproduksi Sony) ke alam sarwa bersama; kepribadian setelah itu akan terdapat buat dipakai oleh kedua sanggar. Marvel Studios, bagian film serta tv industri, lalu mengecap rekor dengan Avengers andalannya, tetapi terbatas memenuhi bioskop dengan bahadur yang relatif tidak diketahui semacam Guardians of the Galaxy( 2014), Ant- Man( 2015), serta Doctor Strange( 2016). Tidak hanya itu, Black Panther( 2018) jadi film Marvel awal yang memenangkan Academy Award; itu menyambut Oscar buat konsep kostum, angka asli, serta konsep penciptaan. Pada tahun 2020, lebih dari 20 film telah diluncurkan di dasar bendera Marvel Cinematic Universe, serta pendapatan box office garis besar tertimbun dari franchise selanjutnya telah menggapai$22 miliyar.